Sebenarnya hidup ini akan indah jika fastabiqul khoirot
(berlomba-lomba dalam kebaikan). Maka jadikanlah hal itu sebagai
tujuan hidup. Sebab kalau kita bercermin ke belakang tentang sejarah Nabi Adam
dan Hawa, mereka merupakan awal kali cikal bakal hidup di dunia ini karena suatu
kesalahan yang diperbuat di surga. Jadi, logisnya hidup di bumi ini adalah pertobatan
dengan periode sementara dan pasti musnah. Tapi jangan berpikir pertobatan tersebut
berjalan lancar. Sebab masih ada setan dan hawa nafsu yang cenderung menggoda manusia
supaya terperangkap lubang kejahatan. Maka meminta tolonglah kepada Allah SWT
untuk berpendirian teguh berjalan di atas rel yang ditentukan agama Islam. Oleh
sebab itu jadikan prinsip hidup ini terus menerus berinvestasi kebaikan dengan harapan
kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
Ada pepatah yang mengatakan “hidup itu
pilihan”. Maka pilihlah yang cocok bagi pribadi kita. Maksudnya ketika kita lari
dalam ketakutan sebab jeratan masalah yang berkelanjutan, maka pilihlah satu tujuan
solusi apa yang tepat untuk memecahkannya. Adapun ketika kita menfokuskan satu tujuan,
jangan sampai terpeleset dengannya. Yakini tujuan tersebut dan resapi sampai ke
lubuk hati kemudian kerjakan dengan sungguh-sungguh. Atau dengan kata lain berpikir
tenang lalu bertindak (action).
Jangan sampai larut kesia-siaan hidup, yaitu dengan
metode bermalas-malasan sehingga efek samping problem tersebut tak dapat terselesaikan.
Sungguh tak akan tenang hidupnya. Adapun solusi kita yang memegang pena yang
lebih efektif dan efisien ialah biarkanlah bersenandung ria menulis di lembaran
kertas beberapa tujuan, lalu kita memilih dan mengerjakan salah satu tujuan itu
untuk menghilangkan satu coretan kesalahan tersebut.
Di samping itu, manusia juga tak akan hidup
tanpa berinteraksi dengan yang lain. Sebab manusia merupakan makhluk sosial
yang pasti membutuhkan pertolongan serta tak lepas dari problematika hidup. Seperti
seorang pemuda yang stress kemudian gantung diri. Itu merupakan bentuk kezholiman
yang besar agar tenggelam ke lautan dosa. Atau bila ada coretan masalah dengan teman
kita, maka tujuan utamanya adalah meminta maaf, selepas itu memberi kesan yang baik dengannya. Oleh sebab
itu marilah kita bersama-sama berjuang tak gentar meskipun masalah terus menghadang
dengan bekal sabar dan tawakkal. Insya allah tujuan tersebut akan tercapai.
“Satu coretan satu tujuan” adalah sebuah
mantra yang dikemas tanpa mengandung zat adiktif yang berbahaya melainkan
merupakan herbal yang bisa membawa dampak positif terhadap kepribadian kita
(asal tak menyimpang dari penjelasan di atas). Memang insan itu mahallul khoto’
wanisyan (tempatnya salah dan lupa), tapi tetap berinstropeksi diri untuk melakukan
yang terbaik. Apalagi masalahnya berupa kemaksiatan pasti akan hancur masa depannya
bila tak bertobat, bahkan bisa saja akan sulit menyerap ilmu sebab hal itu. Yang
menjadikan merupakan benteng yang tak bisa ditembus oleh cahaya (ilmu). Kita
sebagai orang yang tholabul
ilmi wajib tak mengedepankannya. Bila terlanjur, maka segera beristighfar dan berusaha
tidak mengulanginya. Dan sebaliknya orang yang mencari ilmu harus mengedepankan
barokah supaya ilmu tersebut terus mengalir dan tak putus kendati nyawa sudah sampai
tenggorokan. Efeknya hidup akan tenang walaupun dirundung masalah.
Oleh karena itu bukalah lembaran baru untuk
meraih kesuksesan. Jadilah orang yang berpendirian teguh dan tak goyah ketika dihantam
masalah ibarat pohon tinggi yang tak jatuh saat badai angin terus menghujam. Semoga
tujuan besar yang kita ekspektasikan bisa terealisasikan. Salam “satu coretan satu
tujuan”. Good luck!! (hemz)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar