Jumat, 13 September 2013

Satu Coretan Satu Tujuan

       Sebenarnya hidup ini akan indah jika fastabiqul khoirot (berlomba-lomba dalam kebaikan). Maka jadikanlah hal itu sebagai tujuan hidup. Sebab kalau kita bercermin ke belakang tentang sejarah Nabi Adam dan Hawa, mereka merupakan awal kali cikal bakal hidup di dunia ini karena suatu kesalahan yang diperbuat di surga. Jadi, logisnya hidup di bumi ini adalah pertobatan dengan periode sementara dan pasti musnah. Tapi jangan berpikir pertobatan tersebut berjalan lancar. Sebab masih ada setan dan hawa nafsu yang cenderung menggoda manusia supaya terperangkap lubang kejahatan. Maka meminta tolonglah kepada Allah SWT untuk berpendirian teguh berjalan di atas rel yang ditentukan agama Islam. Oleh sebab itu jadikan prinsip hidup ini terus menerus berinvestasi kebaikan dengan harapan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
          Ada pepatah yang mengatakan “hidup itu pilihan”. Maka pilihlah yang cocok bagi pribadi kita. Maksudnya ketika kita lari dalam ketakutan sebab jeratan masalah yang berkelanjutan, maka pilihlah satu tujuan solusi apa yang tepat untuk memecahkannya. Adapun ketika kita menfokuskan satu tujuan, jangan sampai terpeleset dengannya. Yakini tujuan tersebut dan resapi sampai ke lubuk hati kemudian kerjakan dengan sungguh-sungguh. Atau dengan kata lain berpikir tenang lalu bertindak (action).
Jangan sampai larut kesia-siaan hidup, yaitu dengan metode bermalas-malasan sehingga efek samping problem tersebut tak dapat terselesaikan. Sungguh tak akan tenang hidupnya. Adapun solusi kita yang memegang pena yang lebih efektif dan efisien ialah biarkanlah bersenandung ria menulis di lembaran kertas beberapa tujuan, lalu kita memilih dan mengerjakan salah satu tujuan itu untuk menghilangkan satu coretan kesalahan tersebut.
          Di samping itu, manusia juga tak akan hidup tanpa berinteraksi dengan yang lain. Sebab manusia merupakan makhluk sosial yang pasti membutuhkan pertolongan serta tak lepas dari problematika hidup. Seperti seorang pemuda yang stress kemudian gantung diri. Itu merupakan bentuk kezholiman yang besar agar tenggelam ke lautan dosa. Atau bila ada coretan masalah dengan teman kita, maka tujuan utamanya adalah meminta maaf, selepas itu memberi kesan yang baik dengannya. Oleh sebab itu marilah kita bersama-sama berjuang tak gentar meskipun masalah terus menghadang dengan bekal sabar dan tawakkal. Insya allah tujuan tersebut akan tercapai.
          “Satu coretan satu tujuan” adalah sebuah mantra yang dikemas tanpa mengandung zat adiktif yang berbahaya melainkan merupakan herbal yang bisa membawa dampak positif terhadap kepribadian kita (asal tak menyimpang dari penjelasan di atas). Memang insan itu mahallul khoto’ wanisyan (tempatnya salah dan lupa), tapi tetap berinstropeksi diri untuk melakukan yang terbaik. Apalagi masalahnya berupa kemaksiatan pasti akan hancur masa depannya bila tak bertobat, bahkan bisa saja akan sulit menyerap ilmu sebab hal itu. Yang menjadikan merupakan benteng yang tak bisa ditembus oleh cahaya (ilmu). Kita sebagai orang yang tholabul ilmi wajib tak mengedepankannya. Bila terlanjur, maka segera beristighfar dan berusaha tidak mengulanginya. Dan sebaliknya orang yang mencari ilmu harus mengedepankan barokah supaya ilmu tersebut terus mengalir dan tak putus kendati nyawa sudah sampai tenggorokan. Efeknya hidup akan tenang walaupun dirundung masalah.
          Oleh karena itu bukalah lembaran baru untuk meraih kesuksesan. Jadilah orang yang berpendirian teguh dan tak goyah ketika dihantam masalah ibarat pohon tinggi yang tak jatuh saat badai angin terus menghujam. Semoga tujuan besar yang kita ekspektasikan bisa terealisasikan. Salam “satu coretan satu tujuan”. Good luck!! (hemz)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar