Memajukan kesejahteraan bangsa, mencerdaskan kehidupan bangsa, melaksanakan ketertiban dunia dan perdamaian abadi dan keadilan sosial adalah tugas yang diemban kepada kaum muda Indonesia. Kaum muda Indonesia adalah masa depan sebagai penerus bangsa. Penerus bangsa yang selalu mempunyai rasa tekad. Tekad yang kuat, keras, cerdas dan optimis. Baik yang masih berstatus sebagai pelajar, mahasiswa, ataupun yang sudah menyelesaikan jenjang pendidikan adalah faktor-faktor utama yang patut dihandalkan untuk mewujudkan cita-cita indah kehidupan bangsa Indonesia di masa selanjutnya. Cita-cita indah tersebut bersepakat membangun semangat juang kemerdekaan kebangsaan dalam extra ordinary organisasi NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) sebagai law national yang bersifat demokratis dan sebagai constitutional democracy, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat tepat yang tercantum dalam Pancasila.
Kaum muda penerus bangsa sebagai penggerak wawasan haruslah tertanam jiwa, sifat dan tekad penerus bangsa yang menjadi pemimpin utama karena jika jiwa kepemimpin sudah ada maka akan lebih mampu mengajak masyarakat ke arah perubahan dan mengembangkan wawasannya dengan gagasan untuk perubahan sebuah negara. Berjiwa nasionalisme dan patriotisme. Nasionalisme adalah adanya jiwa berbangsa nasional, kebanggaan kepada negaranya. Patriotisme adalah jiwa kepahlawanan untuk membela negaranya. Jiwa kebangsaan dan kepahlawanan sudah harus melekat pada diri penerus bangsa yang akan lebih giat dalam membangun negara yang lebih maju. Tidak mementingkan diri sendiri dan selalu mementingkan orang lain. Dasar penerus bangsa dalam mengemban jati diri bangsa yakni mendahulukan kepentingan bersama diatas segala-galanya karena nasib rakyat ada di tangan penerus bangsa. Totalitas dalam mengambil langkah demi perubahan lebih maju dan menanggung akibatnya. Penerus bangsa yang empati terhadap jati diri bangsa tidak mudah terpengaruh oleh perkembangan jaman. Semisal flashback ke jaman dahulu seseorang selalu memiliki sopan santun, ramah, berbudi luhur, kegototong royongan, berpengabdian tinggi, cinta damai, dan penuh toleransi. Namun sekarang seiring masuknya budaya barat semua sifat itu mulai luntur mungkin hanya sebagian masyarakat berkepribadian seperti itu.
Untuk mewujudkan jiwa, sifat dan tekad penerus bangsa yang sedemikian rupa tesebut pasti tidak luput dari segala permasalahan, hambatan, ancaman dan rintangan. Masalah-masalah seakan arus yang mengalir dari yang tegangan tinggi ke tegangan rendah yang dapat bahkan sering dijumpai, sehingga banyak pula masalah-masalah baru yang terjadi. Semisal kegundahan, kegalauan, kecemasan, kekhawatiran, atau ketakutan. Hal ini harus dipecahkan dengan kepala dingin namun berkualitas. Pentingnya adanya jati diri penggerak wawasan penerus bangsa harus bisa membawa bangsa untuk menghilangkan rasa-rasa negatif tersebut seiring dengan berputarnya globalisasi perkembangan jaman yang terus berputar dan ter up to date.
Dengan berlalunya jaman yang semakin canggih dan terupdate, maka apa yang sekarang dianggap terbaru, tak lama kemudian akan menjadi usang. Inovasi-inovasi penerus bangsa adalah implementasi yang sangat penting. Menciptakan kreasi-kreasi ataupun hal-hal yang bisa membawa harkat bangsa muncul. “Made in Indonesia” dan I Love Indonesia” sudah tidak aneh terdengar oleh khalayak masyarakat. Made (bahasa inggris) yang artinya adalah buatan dan love artinya cinta. Suatu kebanggaan terhadap nusa dan bangsa apa yang telah dihasilkan oleh pemuda-pemuda bangsa ini. Sudah seharusnya bergerak demi majunya Negara Indonesia demi jati diri bangsa di mata nasional. Indonesia adalah sumber dari berbagai aspek, mutunya yang tidak diragukan lagi dan kualitasnya pun terjamin. Maka bagaimanapun upaya harus dilanjutkan penerus bangsa agar memajukan serta melestarikan yang sudah menjadi tradisi budaya bangsa Indonesia ini.
Mahasiswa adalah salah satu aktor penting dalam berkembangnya yang terjadi di Indonesia. Para mahasiswa menjadi pelopor berbagai gerakan perubahan dalam sejarah Indonesia. Mereka berjuang untuk kesetaraan, hak asasi manusia, jati diri, lokal budaya dan kesejahteraan rakyat. Perjuangan yang mereka lakukan adalah alasan mengapa mahasiswa disebut sebagai agen perubahan, kontrol sosial, dan juga pemimpin di masa yang akan dating karena mahasiswa merupakan pelopor perubahan transformasional yang akan selalu dikenang oleh seluruh rakyat Indonesia.
Seiring dengan bertambahnya waktu dan perkembangan terknologi yang sudah semakin maju, sebagai jati diri penerus bangsa harus memiliki tujuan untuk mengembalikan citra dan membangkitkan lokal budaya yang dahulu dikenal sebagai agen perubahan, penerus bangsa, dan pemimpin masa depan yang akan memimpin Indonesia ke masa kejayaannya dan membawa dampak yang baik untuk Indonesia.
Maka kita sebagai penerus bangsa harus melihat betapa pentingnya memposisikan dan bangga mengenal jati diri kita sebagai bangsa yang haus akan wawasan luhur dan kearifan lokal budaya Indonesia. Penerus bangsa memiliki segudang potensi untuk memajukan bangsa Indonesia. (Hemz)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar