Nobody's
perfect. Pastilah sering mendengar kata-kata itu?
Yupz, tidak ada yang namanya manusia itu sempurna, kecuali Allah SWT dan juga
para Anbiya’ yang selalu senantiasa terjaga dari yang namanya salah. Tetapi
coba kita lihat, adakah manusia jaman sekarang yang sesempurna itu. Tentu sudah
tidak ada. Yah, namanya juga manusia, tempatnya salah dan lupa. Tapi itu bukan
berarti kalau salah, terus dibiarkan dan ditinggalkan, kalau begitu caranya,
kapan akan menjadi lebih baik? Semua manusia di alam raya ini tidak ada yang
terbebas dari salah, lupa dan dosa. Tapi bukankah kita diharuskan tetap berusaha untuk menjadi yang
lebih baik? Maka dari itu, kita harus meminimalisir kesalahan kita, agar
menjadi sebaik-baiknya manusia, sehingga
memaksimalkan sesuai dengan daya dan upaya serta usaha yang kita miliki.
Dalam konten menjadi lebih baik, kalau cuma be
yourself, maka itu akan menjadi dirimu sendiri dan tidak ada perubahan.
Apakah sudah benar dan yakin puas dengan diri kalian? Belum puas kan? Karena
itu, kita masih banyak kekurangan dan kesalahan yang kita perbuat, jadi
seyogyanya harus dibenahi. Kalau sudah puas dengan kondisi diri saat ini,
apakah kalian yakin dan sungguh-sungguh merasa sudah puas? Coba fikir-fikir
lagi. Apakah kalian sudah puas, baik, perfect dengan keadaan sekarang?
Maka untuk itu, havers jadilah Be the BEST of yourself, jangan be
yourself.
Allah SWT telah berfirman "Dan
hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan,
menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang
yang beruntung." (QS Ali Imran ayat 104)
Cara kita menjalani hidup, selamanya
ditentukan oleh cara kita memahami hidup. Seperti apa cara kita memahami hidup,
seperti itu pula cara kita menjalaninya. Coba ambil contoh saja, kita masuk ke
dalam hutan belantara tanpa peta. Pasti tersesat. Bahkan mungkin tidak bisa
keluar. Begitu juga kehidupan. Membaca adalah peta. Makin menyeluruh dan akurat
peta yang kita miliki, makin cepat dan pasti kita sampai ke tujuan.
Dalam
hadist pun juga dikatakan, “barang siapa yang hari ini lebih baik dari kemarin
maka dia adalah orang yang beruntung, dan apabila hari ini lebih buruk dari
kemarin maka dia adalah orang yang merugi”. Maka, jadikanlah hari demi hari
adalah hari yang dimana selalu menjadi be the best, melakukan hal-hal
positif untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dengan perwujudan berlomba-lomba dalam kebaikan untuk menuju hal yang lebih
baik.
Untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari,
maka dibutuhkan dalam diri kita sesuatu yang kita bangun mulai diri sendiri. Kedisiplinan yang tinggi. Ya… kedisiplinan
yang tinggi. Mengapa kita harus memiliki kedisiplinan yang tinggi? Karena, dengan
disiplin kita dapat membagi, manage dari waktu ke waktu. Dengan adanya
disiplin pula, hal yang akan kita lakukan, aktifitas yang akan kita jalani akan
terasa lebih mudah dan dapat terkondisikan dengan seiringnya waktu. Target yang
maksimal. Target disini adalah, sesuatu yang harus terpenuhi dengan berbagai
kondisi dan jalan. Namun, dalam berbagai target pasti tidak luput dari yang
namanya rintangan dan halangan. Untuk meminimalisir hal yang tidak diinginkan, membuat
metode dan langkah-langkah menuju target kuncinya, persiapkanlah untuk
merangkai sebuah
strategi, mampu merubah rencana dan konsep dengan cepat.
Untuk
itu mari kita bersama-sama berusaha dan saling mengingatkan dalam kebaikan,
agar bisa memperbaiki diri kita menjadi be the best. Tiada hasil yang
sempurna jika dengan upaya yang biasa-biasa saja. Adanya hasil sempurna jika
upaya yang kita jalani begitu luar biasa. Seseorang yang siap, maka dia adalah
orang yang siap pula akan meraih kemenangan. Tetapi orang yang belum siap, maka
dia bersiap-siap untuk gagal dan kalah. Be the best of ourselves. Jadikan
hari-harimu selalu dengan semangat. (Hemz)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar