Setiap
kesungguhan itu adalah sebuah anugerah. Bersyukur itu lebih mulia dibandingkan
banyak kata, tapi tak bermakna. Kehidupan ini mengajarkan untuk terus berkarya,
sehingga tak ada kesempatan apa pun yang terlewatkan bahkan terabaikan. Putaran
waktu itu akan melewati atas dengan titik-titik yang berbeda tetapi saling
berhubungan dan sejalan. Tiga titik tersebut adalah titik kegagalan, titik
kesalahan dan titik keberhasilan. Dan dari rangkaian-rangkaian titik itu
menjadikan jalan hidup lebih terarah.
Titik
tersebut akan memberikan banyak pembelajaran yang lebih berarti, apabila
manajemen sikap berbanding lurus dengan perbuatan yang akan tercapai. Sikap
yang diambil perlu ditingkatkan dengan motivasi besar, yang dapat terambil dari
kondisi lingkungan extreme setiap
individu. Kondisi tersebut harus dalam keadaan positif dan terkait dengan
dukungan internal maupun eksternal dan bersifat membangun.
Dukungan
internal dapat diperoleh dari keluarga, kerabat, guru, sahabat maupun teman.
Dukungan tersebut akan menumbuhkan sikap keadilan dan kasih sayang secara
mendalam, sedangkan dukungan eksternal dapat diperoleh dari sudut pandang orang
lain, biografi dari tokoh yang disegani, keadaan sosial, pengalaman pribadi seseorang dan
lain-lain.
Dengan
level yang lebih tinggi maka pola pikir justru akan lebih berkembang dengan
terbuka dalam menerima perubahan menjadi yang lebih baik lagi. Hubungan yang
lebih condong kepada titik-titik tersebut menjelaskan “Bagaimana hidup itu
terus mengalir seperti air, tanpa halangan, meskipun halangan itu besar, tetapi
air mempunyai gejala kapilaritas yang berarti dapat meresap dalam pori-pori
yang lebih kecil”.
Titik
kegagalan merupakan akibat perwujudan dari perlakuan yang diterapkan, tetapi
nilai-nilai hikmah yang terkandung didalamnya dapat diambil secara sadar dan
dapat dianggap sebagai hal yang luar biasa, yang tak pernah terduga sebelumnya.
Titik tersebut akan menggambarkan banyak alasan dan mengenalkan lebih jauh arti
dari sebuah kesungguhan. Titik ini adalah fase, dimana menciutnya keberanian sikap
dan motivasi menurun besertaan dengan lebih pekanya perasaan terhadap
rangsangan amarah. Fase ini lama kelamaan akan menjadi pudar sejalan dengan
tumbuhnya titik nilai kesabaran.
Perwujudan
dari titik kesabaran merupakan perlakuan sikap agar menjadi penyeimbang dari
titik kegagalan. Titik ini akan memberi banyak perubahan yang terus menerus secara
dinamis guna penyersuaiannnya dengan pengendalian emosional masing-masing
individu. Keadaan ini akan berlanjut pada sistem pada pencapaian titik
keberhasilan yang lebih signifikan. Dan gerakan maju menjadi prioritas utama,
karena langkah yang diambil telah memenuhi risiko, sehingga risiko telah
menopang pada diri. Maka keberhasilan akan layak dipetik atau bahkan
keberhasilan akan menjemput secara tiba-tiba. Oleh sebab itu, keberhasilan akan
menjadi syarat sah dan menjadi hak milik bagi yang akan berusaha.
Diharapkan
tak lebih dari sekadar atau ulasan yang telah disampaikan di atas. Tetapi
nilai-nilai yang terkandung didalamnya, harus bisa tersampaikan dengan baik,
terbuka terhadap segala perbedaan maka kebersamaan pun akan tetap terjaga.
Kapan pun dan dimana pun semua sahabat berada.
Belajar dengan lebih
efektif didasarkan dari nilai kesadaran akan memberikan satu kekuatan yang
lebih besar dari pada kehendak karena paksaan, tetapi sahabat pasti berharap
lebih besar bahwa apa pun yang telah terjadi, mimpi akan tetap diwujudkan
dengan jalan apa pun. Tetapi tetap satu jalan yang terang dengan kenyataan dan
sembari menunggu datangnya mimpi itu menjadi lebih dekat sampai pada kepalan
tangan. (Hemz)
Belajar dengan lebih efektif didasarkan dari nilai kesadaran akan memberikan satu kekuatan yang lebih besar ...
BalasHapussetuju..